| Pengampunan adalah kemampuan individu untuk melepaskan atau mengurangi emosi negatif terhadap diri sendiri, orang lain, dan situasi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali dari peristiwa hidup yang sulit, yang mencakup regulasi emosi, komponen impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, dan membuka diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengampunan dan resiliensi pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala penilaian. Hasil uji coba instrumen menunjukkan seluruh item pengampunan (30 pernyataan) valid dengan reliabilitas 0,955 dan seluruh item resiliensi (75 pernyataan) valid dengan reliabilitas 0,983. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengampunan dan resiliensi dengan nilai korelasi 0,755. Pengampunan memberikan sumbangan sebesar 57% terhadap resiliensi, sedangkan 43% dipengaruhi oleh faktor lain. Mahasiswa disarankan untuk meningkatkan kemampuan pengampunan dan resiliensi melalui konseling individu maupun konseling kelompok, serta peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji resiliensi melalui regulasi emosi. |