| Generator magnet permanen banyak digunakan pada sistem pembangkit energi terbarukan karena memiliki efisiensi tinggi dan konstruksi yang ringkas. Namun, keberadaan torka cogging akibat interaksi magnet rotor dengan slot stator dapat menimbulkan getaran, kebisingan, dan menurunkan kestabilan operasi, terutama pada aplikasi kecepatan rendah. Penelitian ini menganalisis dan mengoptimasi desain generator magnet permanen konfigurasi 36 slot–10 pole dengan air gap 1 mm menggunakan metode Axial Pole Pairing (APP) dan kombinasi APP dengan Two-Step Slotting (TSS) pada tepi magnet rotor. Variasi desain dilakukan dengan skala ukuran magnet 1,0; 0,8; dan 0,6. Pengambilan data torka cogging dilakukan dengan increment 1° sebanyak 72 langkah dan dihitung nilai torka cogging rata-rata, serta dianalisis distribusi kerapatan fluks normal (Bn) dan tangensial (Bt) pada celah udara. Hasil menunjukkan nilai torka cogging rata-rata desain konvensional (A1) sebesar 0,001213834 N·m. Penerapan APP menghasilkan penurunan torka cogging sebesar 66,36% dengan magnitudo rata-rata 0,000408327 N·m, sedangkan kombinasi APP+TSS memberikan penurunan lebih besar sebesar 87,24% dengan magnitudo rata-rata 0,000154882 N·m. Analisis Bn dan Bt menunjukkan bahwa penambahan TSS cenderung menghaluskan distribusi fluks dan meredam spike fluks tangensial di sekitar bukaan slot stator. Dengan demikian, kombinasi APP dan TSS terbukti lebih efektif dalam menekan torka cogging dan meningkatkan kestabilan karakteristik medan magnet pada generator magnet permanen. |