| Membaca merupakan kemampuan dasar dalam pembelajaran bahasa yang melibatkan proses pengubahan lambang tulis menjadi bunyi bermakna. Pada kelas I sekolah dasar, pembelajaran membaca diarahkan pada penguasaan membaca permulaan, meliputi pengenalan huruf, penggabungan suku kata, pembentukan kata, serta membaca kalimat sederhana. Hasil observasi awal di kelas I SD Dhammasavana menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa belum berkembang secara optimal, terutama dalam penguasaan suku kata dan kelancaran membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode suku kata dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Dhammasavana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam empat siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa kelas I. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes membaca, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa pada setiap siklus. Rata-rata skor kemampuan membaca meningkat dari 3,00 pada siklus I menjadi 3,11 pada siklus II, kemudian 3,92 pada siklus III, dan mencapai 4,17 pada siklus IV dari skor maksimal 5. Dengan demikian, metode suku kata terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dan layak diterapkan dalam pembelajaran membaca di kelas awal sekolah dasar. |