| Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai peserta didik pada kelas rendah sekolah dasar karena menjadi fondasi bagi penguasaan keterampilan akademik selanjutnya. Namun, pada prakteknya masih ditemukan peserta didik kelas II yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan membaca permulaan serta faktor yang mempengaruhinya pada peserta didik kelas II di SD Strada Bina Mulia I, SDN 01 Rawa Buaya, dan SD Vianney. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas II yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan yang dialami peserta didik meliputi kesulitan mengenali dan membedakan huruf, kesulitan menggabungkan huruf menjadi suku kata, membaca kata sederhana, hingga membaca kalimat sederhana. Faktor yang mempengaruhi kesulitan membaca permulaan meliputi faktor kognitif, afektif, dan lingkungan, yang mencakup rendahnya kemampuan fonologis, kurangnya motivasi dan kepercayaan diri, minimnya dukungan orang tua, keterbatasan pendampingan guru, lingkungan kelas yang kurang kondusif, serta pengaruh teman sebaya. Penelitian ini disarankan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dan sekolah dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas II. |