Stabilitas bank memiliki peranan fundamental dalam menopang dinamika ekonomi nasional mengingat fungsi strategis bank sebagai institusi intermediasi keuangan. Di Indonesia, fungsi tersebut secara dominan dijalankan oleh Bank Umum Konvensional. Meskipun demikian, kestabilan Bank Umum Konvensional masih mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu akibat dinamika kondisi internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor internal bank dan makroekonomi terhadap stabilitas Bank Umum Konvensional Indonesia dalam periode 2015-2024. Penelitian ini menggunakan 62 Bank Umum Konvensional Indonesia dengan metode analisis regresi data panel melalui software Eviews. Variabel independen yang digunakan meliputi Non-Performing Loan (NPL), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), bank size, dan pertumbuhan ekonomi. Variabel dependennya adalah stabilitas bank yang dihitung dengan Z-score. Temuan riset ini menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap stabilitas Bank Umum Konvensional Indonesia, sedangkan bank size berpengaruh positif terhadap stabilitas Bank Umum Konvensional Indonesia. Namun, pada variabel NPL dan pertumbuhan ekonomi tidak ada pengaruh signifikan terhadap stabilitas Bank Umum Konvensional Indonesia. |