| Film merupakan media komunikasi yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan kepada masyarakat. Perkembangan industri film Indonesia yang semakin kompetitif menjadikan strategi promosi sebagai faktor penting dalam membangun minat audiens. Salah satu fenomena promosi yang berkembang adalah Electronic Word of Mouth (E-WOM), yaitu pembicaraan dan ulasan audiens di media sosial yang tumbuh secara organik, sebagaimana terlihat pada film Sore: Istri dari Masa Depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran E-WOM dalam membangun minat beli tiket film tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan analisis konten media sosial. Wawancara dilakukan kepada tujuh narasumber yang terdiri atas tiga penonton film yang terpapar E-WOM tentang film Sore, dua konten kreator yang memproduksi konten terkait film Sore, satu perwakilan tim pemasaran film Sore, serta satu akademisi di bidang komunikasi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM pada film Sore tidak bekerja sebagai pengaruh tunggal, melainkan sebagai proses komunikasi yang terbentuk melalui sinergi intensity, valence of opinion, dan content EWOM. Percakapan yang intens, dominasi opini positif berbasis pengalaman menonton, serta konten yang reflektif dan emosional membentuk ruang pemaknaan bersama yang mendorong kepercayaan, rasa penasaran, dan keyakinan audiens, sehingga minat beli tiket film Sore: Istri dari Masa Depan terbentuk secara organik dan berbasis pengalaman nyata penonton. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pelaku industri film lebih memberi ruang pada konten organik audiens serta memanfaatkan keberagaman opini sebagai bagian dari strategi komunikasi pemasaran yang lebih autentik dan berkelanjutan. |