| Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas tata kelola pemerintahan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan negara-negara BRICS selama periode 2002–2023. Indikator tata kelola yang digunakan meliputi Political Stability and Absence of Violence/Terrorism, Rule of Law, Regulatory Quality, dan Control of Corruption, yang bersumber dari Worldwide Governance Indicators, sementara pertumbuhan ekonomi diukur menggunakan pertumbuhan PDB riil per kapita dari World Development Indicators. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effects Model, yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Regulatory Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan Rule of Law berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, Political Stability dan Control of Corruption tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik dalam jangka pendek. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan pertumbuhan ekonomi antarnegara dalam sampel lebih kuat dijelaskan oleh variasi kualitas regulasi dibandingkan oleh dimensi tata kelola lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi regulasi merupakan instrumen tata kelola yang paling relevan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada kelompok negara berkembang besar selama periode penelitian. |