| Persepsi terhadap pola asuh orang tua merupakan cara peserta didik menilai dan memaknai sikap serta perilaku pengasuhan orang tua dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup parental control, parental maturity demands, parent-child communication, dan parental nurturance. Persepsi ini berperan dalam membentuk sikap, tanggung jawab, serta kesiapan peserta didik dalam menghadapi konsekuensi keputusan. Kemandirian dalam mengambil keputusan mengacu pada kemampuan individu menentukan pilihan secara mandiri dengan keberanian, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi terhadap pola asuh orang tua, tingkat kemandirian pengambilan keputusan, serta hubungan antara kedua variabel pada peserta didik SMA Strada Santo Thomas Aquino. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki persepsi positif terhadap pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian pengambilan keputusan yang tinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua dan kemandirian pengambilan keputusan (r = 0,528; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi peserta didik terhadap pola asuh orang tua, semakin tinggi kemandirian dalam mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan adanya upaya kolaboratif antara sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi terbuka, pemberian kepercayaan, dan pengembangan kemandirian peserta didik dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji variabel lain yang turut memengaruhi kemandirian peserta didik dengan pendekatan dan metode penelitian yang lebih beragam. |