| Nilai tukar menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan stabilitas perekonomian suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor global, yaitu Economic Policy Uncertainty (EPU), Geopolitical Risk (GPR), dan harga minyak dunia terhadap volatilitas nilai tukar pada lima negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Data yang digunakan merupakan data panel dengan periode pengamatan bulanan yang dimulai Januari 2000 hingga September 2025. Volatilitas nilai tukar diperoleh melalui pendekatan Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPU berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas nilai tukar pada lima negara ASEAN, sedangkan harga minyak dunia berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, GPR tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap volatilitas nilai tukar pada lima negara ASEAN. Selain itu, hasil Fixed Effect Cross-Section mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki tingkat volatilitas nilai tukar yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya, sedangkan Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand menunjukkan volatilitas yang relatif lebih rendah. |