Bahasa Indonesia itu penting dalam kehidupan sehari-hari terutama di sekolah dasar, karena untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik. Aspek keterampilan Bahasa Indonesia berguna untuk kehidupan sehari-hari seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Peserta didik pada tingkat sekolah dasar sangat memerlukan perkembangan menulis, karena pada tingkat sekolah dasar anak-anak sedang belajar memahami bahasa dan menghasilkan ide-ide baru. Penelitian ini berfokus pada peserta didik kelas dua di SD Strada Cakung, di mana berdasarkan pengalaman pemagangan peneliti serta hasil observasi dan wawancara awal mengungkapkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan menulis, ditandai dengan kesulitan mengingat huruf, mengingat pengejaan, menggunakan huruf kapital, dan menggunakan tanda baca. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian sebanyak 3 peserta didik, yaitu peserta didik F.Z dari kelas IIA, peserta didik A.I dari kelas IIB, dan peserta didik M.T dari kelas IIC. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah kesulitan menulis melalui kartu huruf sebagai jembatan menulis untuk pengenalan huruf hingga penulisan kata dan kalimat. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan Kurt Lewin yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menulis. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Ketiga peserta didik sudah mengalami peningkatan dalam menulis, tetapi belum maksimal dalam menulis kata dan kalimat berdasarkan dikte. Peserta didik kesulitan untuk menyesuaikan penulisan dengan kata atau kalimat yang di dikte. Maka, perlu diperbanyak latihan menulis berdasarkan dikte agar lebih lancar dalam menulis. |