| Seni rupa adalah cabang seni yang ideal untuk diajarkan kepada anak-anak sejak jenjang SD, karena berkarya seni rupa membantu mereka belajar dan melatih kemampuan siswa seperti kemampuan motorik dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seni rupa diajarkan dan diimplementasikan di kelas 3 SD Strada Van Lith I. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak aspek seni rupa yang belum sepenuhnya diimplementasikan di kelas, mulai dari perencanaan, strategi pembelajaran yang digunakan guru, implementasi 5 elemen seni rupa (bepikir dan bekerja artistik, mengalami, menciptakan, merefleksikan, dan berdampak), hingga evaluasi dan penilaian siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru SD Strada Van Lith I kelas 3 jarang melaksanakan perencanaan pembelajaran dalam jangka waktu pendek dan menengah (bulanan hingga mingguan), guru juga jarang mencari alternatif sumber daya dan kegiatan pembelajaran yang direncanakan jarang berdiferensiasi. Dari segi strategi guru belum sepenuhnya menarik partisipasi siswa, misalnya dalam diskusi kelompok ketika membuat karya seni. Pembelajaran Seni Rupa yang dilakukan juga jarang membuat karya seni, melainkan pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, sehingga 5 unsur seni rupa jarang terlihat dalam pembelajaran. Terakhir, penilaian pembelajaran pada umumnya diambil dari ujian tertulis dibandingkan dari hasil karya siswa. Maka dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Seni Rupa belum ideal dijalankan di SD Strada Van Lith I kelas 3. |