| Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh fraud hexagon terhadap fraudulent financial reporting yang dimoderasi oleh kualitas audit pada perusahaan sektor healthcare yang terdafar secara resmi di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2024. Variabel independen dalam penelitian ini adalah fraud hexagon yang terdiri atas enam variabel, yaitu stimulus, capability, collusion, opportunity, rationalization, dan ego. Adapun variabel dependen dalam penelitian ini adalah kecurangan laporan keuangan (fraudulent financial reporting) yang diukur menggunakan Beneish M-Score. Sementara itu, variabel moderasi dalam penelitian ini adalah kualitas audit yang diukur dengan menggunakan ukuran perusahaan KAP (Big Four dan non-Big Four). Penelitian ini mengambil 125 sampel dari 30 perusahaan dengan kategori papan utama dan pengembangan. Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah binary logistic regression dan analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah opportunity dan rationalization memiliki pengaruh positif terhadap potensi fraudulent financial reporting. Sementara itu, variabel lainnya seperti stimulus, capability, collusion, dan ego tidak memiliki pengaruh terhadap potensi fraudulent financial reporting. Selain itu, variabel moderasi hanya mampu memoderasi hubungan antara rationalization terhadap potensi fraudulent financial reporting dan tidak mampu memoderasi hubungan antara stimulus, capability, collusion, opportunity, dan ego. |