| Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bitcoin sebagai aset safe haven terhadap investasi saham di Indonesia yang direpresentasikan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode perang Rusia–Ukraina. Konflik geopolitik tersebut meningkatkan ketidakpastian global dan menimbulkan tekanan pada pasar keuangan, sehingga mendorong investor mencari aset alternatif yang mampu melindungi nilai portofolio. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series harian return Bitcoin dan return IHSG selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Autoregression (VAR) untuk menguji hubungan dinamis antar variabel, yang didahului dengan uji stasioneritas, penentuan lag optimal, serta uji stabilitas model. Selain itu, uji kausalitas Granger digunakan untuk mengidentifikasi arah hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara return Bitcoin dan return IHSG tidak bersifat negatif maupun independen secara konsisten selama periode pengamatan. Bahkan, ditemukan adanya pengaruh kausal satu arah dari Bitcoin terhadap IHSG. Temuan ini menunjukkan bahwa Bitcoin belum mampu berfungsi sebagai aset safe haven bagi investasi saham di Indonesia selama perang Rusia–Ukraina, namun tetap memiliki potensi sebagai instrumen diversifikasi portofolio. |