| Perubahan iklim didorong oleh emisi karbon dioksida (CO2) menuntut pemahaman mendalam mengenai determinannya. Penelitian ini menganalisis pengaruh multidimensi seperti ekonomi, sosial, dan geografi terhadap laju pertumbuhan emisi CO2 yang disesuaikan pada 190 negara selama periode 1995-2022. Dengan mengintegrasikan pendekatan stepwise regression dan recursive estimation, studi ini mengidentifikasi dinamika dan perubahan struktural dalam hubungan antar variabel dari waktu ke waktu. Hasil analisis cross-section mengungkap pergeseran signifikansi variabel, di mana GDP dominan pada awal periode, kemudian bergeser ke perdagangan internasional dan urbanisasi sebagai pendorong utama. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menunjukkan peran ganda, beralih dari sumber menjadi penahan emisi dalam analisis cross-section tertentu. Analisis panel dengan model fixed effect generalized least squares mengkonfirmasi signifikansi jangka panjang dari pertumbuhan ekonomi, perdagangan, urbanisasi, dan aktivitas berbasis lahan. Temuan ini merefleksikan dinamika kurva EKC yang berubah dari bentuk U menjadi inverted-U, mengindikasikan pencapaian turning point di banyak negara. Implikasinya, kebijakan iklim yang efektif memerlukan pendekatan terpadu yang menitikberatkan pada pengelolaan urbanisasi rendah karbon, integrasi prinsip keberlanjutan dalam perdagangan, serta transformasi praktik keberlanjutan di sektor primer. |