| Toko Sayur Aqmar terletak di Kota Depok. Toko Sayur Aqmar terletak di tempat strategis yaitu di pinggir jalan dan dikelilingi pemukiman yang cukup ramai. Kenaikan permintaan akan sayuran turut dirasakan Toko Sayur Aqmar ketika pandemic mulai terkendali dan toko usaha diperbolehkan membuka kembali usahanya. Namun hal itu pun diiringi dengan ketidak siapan toko untuk memenuhi lonjakan permintaan dari masyarakat sekitar. Dengan terjadinya pandemic ini, toko sayur pun semakin marak dan beberapa diantaranya mengekspansi bisnisnya ke jualan online. Hal tersebut berdampak pada bisnis Toko Sayur Aqmar dan mengakibatkan sering terjadinya out-of-stock dan over-stock yang disebabkan pengelolaan inventori yang belum maksimal. Out of stock dan over stock tidak terhindarkan dan Toko Sayur Aqmar berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan supaya tidak berpindah ke toko lain, juga membuka peluang baru dengan mengekspansi bisnisnya ke jualan online. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan suatu system inventori yang baik agar meminimalkan terjadinya out of stock dan overstock. Metode yang dapat digunakan untuk Toko Sayur Aqmar adalah metode persediaan EOQ. Hasil perhitungan total biaya EOQ, terdapat sayuran yang pengelolaannya masih bisa ditingkatkan yaitu untuk bayam hijau dengan selisih harga Rp. 26.840, Toge dengan selisih harga Rp. 80.779, Brokoli dengan selisih harga Rp. 82.343, Bawang Bombay dengan selisih harga Rp. 155.019, Labu Siam dengan selisih harga Rp. 246.443, dan Buncis dengan selisih harga Rp. 193.857. |