| Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh fraud hexagon terhadap fraudulent finanancial statement. Fraud hexagon diproksikan kedalam enam variabel, yakni stimulus diproksikan dengan target keuangan (financial target), opportunity diproksikan dengan ukuran komite audit (audit committee size), capability diproksikan dengan pergantian direksi (change of director), rationalization diproksikan dengan total akrual (total accruals), ego diproksikan dengan masa jabatan CEO (CEO tenure), dan collusion diproksikan dengan kerja sama dengan pemerintah (cooperation with government). Fraudulent financial statement diukur menggunakan Beneish M-Score. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022-2024 dan menerbitkan laporan tahunan (annual report) secara lengkap yang terseleksi menggunakan metode pengumpulan data purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi logistik yang diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stimulus, opportunity, capability, ego, dan collusion tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial statement. Sementara itu, rationalization berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. |