| Virtual YouTuber adalah fenomena influencer digital yang sedang diminati oleh komunitas penggemar anime di Indonesia. Popularitas ini dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai sarana komunikasi pemasaran dan pengelolaan relasi dengan publik. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara perusahaan dan Virtual Youtuber menjadi strategi marketing public relations yang dapat membangun persepsi positif dan meningkatkan brand awareness di kalangan penggemar anime. [NS1.1][JRT21.2]Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kolaborasi Virtual YouTuber sebagai strategi marketing public relations dalam mengelola relasi dengan meningkatkan brand awareness di kalangan penggemar anime di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksplanatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengamat, penggemar anime, serta praktisi industri yang terlibat dalam kolaborasi Virtual YouTuber. Data dianalisis berdasarkan teori marketing public relations yaitu teori pendekatan tripatrite approach. Observasi online juga dilakukan terhadap konten kolaborasi antara brand dan Virtual YouTuber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Virtual YouTuber berperan efektif sebagai strategi marketing public relations melalui penerapan tripatrite approach yang meliputi push strategy, pull strategy, dan pass strategy. Strategi ini mampu menciptakan komunikasi dua arah antara brand, Virtual YouTuber dan audiens, meningkatkan keterlibatan komunitas penggemar anime, serta membentuk persepsi positif terhadap perusahaan. Selain itu, kolaborasi tersebut turut memperkuat citra inovatif dan reputasi perusahaan dalam komunikasi digital. |