Anda belum login :: 05 Feb 2026 09:26 WIB
Detail
BukuGAMBARAN PROSES SELF-ACCEPTANCE PADA PEREMPUAN EMERGING ADULTHOOD YANG MENGALAMI FATHERLESS KARENA PERCERAIAN DALAM HUBUNGAN ROMANTIS
Bibliografi
Author: THOMAS, RUBEN RAFAEL ; Praptoraharjo, Ignatius (Advisor)
Topik: Fatherless; Self-Acceptance; Emerging Adulthood; Perempuan; Perceraian; Hubungan Romantis
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses self-acceptance pada perempuan emerging adulthood berusia 18–25 tahun yang mengalami fatherless akibat perceraian, serta bagaimana proses tersebut tercermin dalam hubungan romantis yang mereka jalani. Fatherless sebagai kondisi berkurangnya atau hilangnya peran ayah memiliki implikasi terhadap perkembangan emosional, identitas diri, dan relasi interpersonal. Namun, pengalaman tiap individu dapat berbeda bergantung pada dinamika keluarga, dukungan lingkungan, serta kapasitas reflektif yang dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya memahami makna subjektif yang dibentuk partisipan dalam proses penerimaan diri setelah mengalami pengalaman fatherless khususnya dalam hubungan romantis yang sekarang sedang dijalani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima partisipan perempuan yang berada pada fase emerging adulthood dan mengalami fatherless akibat perceraian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur untuk menggali pengalaman emosional, narasi pribadi, serta dinamika relasional partisipan. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna terkait fatherless, self-acceptance, dan pengalaman hubungan romantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless menimbulkan respons emosional awal berupa kesedihan, kebingungan, dan ketegangan relasional dengan ayah pasca perceraian. Proses self-acceptance muncul beragam, bersifat kontekstual, dan dipengaruhi oleh dukungan keluarga, pengalaman reflektif, serta kehadiran figur substitusi ayah. Dalam hubungan romantis, beberapa partisipan menunjukkan kecenderungan insecure dan kesulitan mempercayai pasangan, sedangkan lainnya mampu membentuk relasi yang lebih stabil dan adaptif tanpa membawa luka masa kecil secara dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman komprehensif mengenai dinamika penerimaan diri pada perempuan fatherless serta perlunya layanan konseling yang sensitif terhadap pengalaman emosional dan relasional mereka.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.140625 second(s)