| Profesi content creator menjadi salah satu pilihan karir yang menonjol bagi Generasi Z di era digital, khususnya mereka yang berada dalam periode emerging adulthood (18–25 tahun). Dalam memproduksi konten, mereka dipengaruhi oleh nilai personal yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan saat menjalani pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan personal value para content creator berdasarkan teori Personal Value Schwartz, yang meliputi empat nilai utama dengan sepuluh basic value didalamnya, yaitu Openness to Change (self-direction, stimulation, hedonism), Self-enhancement (achievement, power), Conservation (security, conformity, tradition), dan Self-transcendence (benevolence, universalism). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam semi terstruktur terhadap tiga orang content creator sebagai partisipan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deduktif yang mengacu pada kerangka nilai personal Schwartz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai openness to change tercermin dalam dorongan untuk berkreasi, mencoba hal baru, dan beradaptasi dengan perubahan tren media sosial. Nilai self-enhancement terlihat dari orientasi pada pencapaian, pengakuan, dan pengembangan karier. Nilai conservation muncul dalam upaya menjaga stabilitas, kenyamanan, dan konsistensi dalam berkarya. Sementara itu, nilai self-transcendence tampak melalui kepedulian terhadap audiens, makna sosial dari konten, serta keinginan memberikan dampak positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai personal memainkan peran penting dalam membentuk cara content creator memaknai pekerjaannya. Pemahaman terhadap nilai personal diharapkan dapat membantu content creator dalam mengelola karier secara lebih seimbang serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian mengenai kerja kreatif digital. |