Anda belum login :: 02 Feb 2026 08:13 WIB
Detail
BukuGAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING INDIVIDU EMERGING ADULTHOOD YANG MENGALAMI FATHERLESS AKIBAT PERCERAIAN
Bibliografi
Author: Falah, Rashesa Isya ; Sukmaningrum, Evi (Advisor)
Topik: Psychological well-being; Emerging adulthood; Fatherless; Perceraian
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Pengalaman fatherless akibat perceraian orang tua pada masa remaja merupakan pengalaman perkembangan yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis individu hingga memasuki fase emerging adulthood. Pada fase ini, individu menghadapi tuntutan pembentukan identitas, kemandirian, relasi interpersonal, serta pencarian makna hidup, sehingga pengalaman pengasuhan sebelumnya menjadi konteks penting dalam pembentukan psychological well-being. Meskipun fatherless sering dikaitkan dengan dampak negatif, temuan penelitian terkini menunjukkan adanya dinamika adaptif dan pemaknaan positif pada sebagian individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran psychological well-being pada individu emerging adulthood yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua di masa remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan berjumlah tiga perempuan emerging adulthood berusia 22–24 tahun yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua pada masa remaja. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan enam dimensi psychological well-being menurut Ryff. Kredibilitas data dilakukan dengan menggunakan prosedur member checking kepada partisipan. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip informed consent, kerahasiaan, serta kenyamanan partisipan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fatherless memengaruhi dinamika psychological well-being partisipan secara beragam. Meskipun pengalaman fatherless merupakan pengalaman yang dimaknai sebagai perjalanan yang berat bagi mereka, namun ketiga partisipan menunjukkan perkembangan self-acceptance, autonomy, dan purpose in life. Namun sebaliknya, pengalaman fatherless memengaruhi aspek positive relations dalam relasi yang memerlukan komitmen seperti berpacaran maupun menikah, dan masih sulitnya penerimaan terhadap figur ayah. Temuan ini juga menunjukkan bahwa psychological well-being terbentuk melalui proses pemaknaan pengalaman masa lalu, penyesuaian diri, dan dukungan sosial yang berkelanjutan.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.078125 second(s)