Anda belum login :: 05 Feb 2026 07:23 WIB
Detail
BukuGambaran Stres dan Coping Stress Ibu Pekerja Migran Indonesia sebagai Caregiver Lansia di Taiwan
Bibliografi
Author: Stephanie Widjaja (202207000133) ; Lentari, Fransisca Rosa Mira (Advisor)
Topik: caregiver lansia; coping stress; pekerja migran Indonesia; stres; Taiwan
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Pekerja migran Indonesia (PMI) kerap menghadapi berbagai tantangan psikososial selama bekerja di luar negeri, contohnya tuntutan pekerjaan, tekanan ekonomi, hingga kendala berbahasa yang menimbulkan stres berkepanjangan. Terlebih lagi, peran ganda yang dimiliki para ibu PMI sebagai pencari nafkah dan seorang ibu. Ketidakmampuan menguasai bahasa negara tujuan seperti bahasa Mandarin bagi PMI di Taiwan dapat menghambat komunikasi, meningkatkan risiko kesalahpahaman, serta menurunkan rasa percaya diri dalam menjalankan pekerjaannya. Peran PMI sebagai caregiver lansia yang membutuhkan penanganan khusus secara medis pada pasien. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran stres dan coping stress pada ibu pekerja migran Indonesia di Taiwan sebagai caregiver lansia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah dua orang ibu pekerja migran yang memenuhi kriteria purposive sampling, kemudian dilengkapi dengan teknik snowball sampling untuk menemukan partisipan yang relevan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan panduan yang disusun berdasarkan teori stres dan coping stress. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik guna mengidentifikasi pola pengalaman stres dan strategi coping yang digunakan. Validitas penelitian dijaga melalui member checking untuk memastikan akurasi temuan serta meminimalkan bias peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan mengalami dinamika stres yang berbeda pada tiap fase migrasi, mulai dari persiapan keberangkatan, awal bermigran, hingga bekerja dalam jangka waktu yang panjang. Stressor yang muncul mencakup peristiwa negatif, situasi tidak terprediksi, kondisi ambigu, serta beban kerja berlebih. Untuk mengatasi stres, partisipan menggunakan kombinasi problem-focused coping dan emotion-focused coping sesuai konteks masalah. Strategi pemecahan masalah digunakan ketika situasi dapat diatasi secara langsung, sementara strategi berbasis emosi digunakan pada kondisi yang tidak dapat diubah, seperti tekanan dari majikan dan rasa rindu pada anak. Selain itu, positive reappraisal dan accepting responsibility muncul sebagai strategi yang konsisten digunakan untuk memperoleh ketenangan dan menjaga keberfungsian selama bekerja.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.078125 second(s)