Anda belum login :: 06 Feb 2026 09:44 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
Gambaran Proses Penerimaan Diri Dan Self-Disclosure Pada Remaja Dengan HIV
Bibliografi
Author:
Fransiska, Melisa Vitalia
;
Ajisuksmo, Clara Rosa Pujiyogyanti
(Advisor)
Topik:
penerimaan diri
;
remaja dengan HIV
;
self-disclosure
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis
Fulltext:
202207000063_Melisa Vitalia Fransiska_LembarAdministrasi.pdf
(741.48KB;
1 download
)
Melisa VF, Clara, GAMBARAN PROSES PENERIMAAN DIRI DAN SELFDISCLOSURE PADA REMAJA DENGAN HIV_unlocked.pdf
(3.7MB;
1 download
)
Abstract
Kasus penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) telah menjadi salah satu tantangan utama dalam isu kesehatan global. Di Indonesia, jumlah orang dengan HIV tercatat sebanyak 57.299 penderita pada tahun 2023 dan menurun menjadi 31.564 penderita pada tahun 2024, dengan dominansi usia produktif 25-49 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa orang dengan HIV telah tertular oleh HIV sejak usia remaja. Masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak ke dewasa, di mana individu mulai melakukan eksplorasi diri sehingga rentan terhadap Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) dan HIV, apabila tidak diawasi dengan tepat. Kondisi HIV tidak hanya dapat memengaruhi status kesehatan fisik, tetapi juga menimbulkan permasalahan psikologis yang dapat berdampak pada penerimaan diri dan kualitas hidup remaja dengan HIV, serta keinginan untuk membuka status kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penerimaan diri dan self-disclosure pada remaja dengan HIV, faktor-faktor yang berperan sejak remaja mendapatkan diagnosis hingga menjalani kehidupan dengan kondisi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan melibatkan tiga partisipan yang terdiri dua remaja perempuan dan satu remaja laki-laki dengan rentang usia 15-18 tahun yang memiliki status HIV. Partisipan direkrut menggunakan teknik purposive sampling melalui beberapa lembaga sosial yang bergerak di bidang HIV. Data yang didapat diolah dengan menggunakan metode thematic analysis untuk memperoleh tema-tema tertentu dari jawaban partisipan. Untuk menjaga integritas metodologis, penelitian ini menggunakan member checking dan wawancara triangulasi dengan keluarga atau staf pendamping lembaga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri yang tinggi pada remaja dengan HIV meningkatkan kemungkinan mereka untuk membuka status kesehatan. Sebaliknya, penerimaan diri yang rendah membuat remaja dengan HIV lebih enggan untuk melakukan self-disclosure. Peran caregiver menjadi faktor penting dalam mendorong atau menghambat proses self-disclosure pada remaja dengan HIV. Dalam melakukan proses self-disclosure, remaja dengan HIV cenderung menunjukkan keinginan yang rendah untuk membuka status kesehatan karena ada kekhawatiran terkait stigma, penolakan sosial, maupun penyebaran informasi. Meski demikian, penelitian yang dilakukan juga membuktikan bahwa self-disclosure yang dilakukan memungkinkan remaja dengan HIV untuk memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar. Temuan-temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kajian psikososial dan penelitian lanjutan terkait remaja dengan HIV.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.125 second(s)