Anda belum login :: 04 Feb 2026 13:31 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
Gambaran Resiliensi pada Ibu Berusia Dewasa Muda Pasca Keguguran Kehamilan Pertama
Bibliografi
Author:
VERNANDA, CHRISTINA CLARA
;
Lentari, Fransisca Rosa Mira
(Advisor)
Topik:
Ibu Berusia Dewasa Muda
;
Keguguran Kehamilan Pertama
;
Resiliensi
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
202207000224, Christina Clara Vernanda, Fransisca Rosa Mira Lentari, M.Psi., Psikolog, Gambaran Resiliensi pada Ibu Berusia Dewasa Muda Pasca Keguguran Kehamilan Pertama, 5 Februari 2026.pdf
(802.14KB;
16 download
)
202207000224_Christina Clara Vernanda_LembarAdministrasi.pdf
(648.02KB;
11 download
)
Abstract
Keguguran kehamilan pertama merupakan pengalaman kehilangan yang berdampak signifikan pada kesehatan mental dan fisik ibu. Banyak ibu melaporkan munculnya kesedihan yang intens, rasa bersalah, serta kecemasan mengenai peluang kehamilan berikutnya. Pada ibu berusia dewasa muda, dampak tersebut diperkuat oleh fase perkembangan yang relatif rentan serta tekanan sosial mengenai peran reproduktif. Kondisi ini mengganggu relasi dengan pasangan dan menimbulkan konflik identitas dalam peran sebagai calon ibu akibat persepsi diri yang gagal memenuhi ekspektasi sosial. Situasi demikian menuntut terbentuknya resiliensi agar ibu dapat kembali mencapai keseimbangan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi pada ibu berusia dewasa muda pasca keguguran kehamilan pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan terdiri dari tiga ibu dewasa muda berusia 18 hingga 40 tahun yang mengalami keguguran kehamilan pertama secara alami, dengan jarak waktu minimal satu tahun dari peristiwa keguguran. Partisipan dipilih dengan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilaksanakan secara luring, direkam, ditranskrip verbatim, serta diverifikasi kembali melalui member checking. Seluruh data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi ibu terbentuk melalui proses menghadapi stresor biologis, psikologis, dan sosial terkait keguguran. Faktor internal seperti spiritualitas, penilaian kognitif yang semakin matang, regulasi diri, dan koping aktif berperan penting dan berinteraksi dengan faktor eksternal. Suami menjadi sumber eksternal utama melalui dukungan instrumental dan emosional yang membantu ibu memaknai ulang kehilangan tanpa menyalahkan diri. Interaksi kedua faktor tersebut menyadarkan ibu untuk beradaptasi secara positif dalam kesehatan, relasi, dan peran keluarga, serta menemukan makna baru sebagai bentuk pertumbuhan pasca kehilangan.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.09375 second(s)