Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Psychological Well-Being (PWB) pada karyawan di Kantor Notaris H yang bekerja dalam lingkungan administratif-legal dengan tuntutan akurasi, ritme kerja cepat, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Ryff's Psychological Well-Being Scale versi adaptasi Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa empat dimensi PWB berada pada kategori sedang, yaitu Penerimaan Diri, Kemandirian, Penguasaan Lingkungan, dan Tujuan Hidup, sedangkan dua dimensi lainnya, yaitu Hubungan Positif dengan Individu Lain dan Pertumbuhan Pribadi, berada pada kategori tinggi. Analisis komparatif menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor Psychological Well-Being yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, peran kerja, dan masa kerja. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Psychological Well-Being karyawan di Kantor Notaris H berada pada kategori sedang hingga tinggi pada masing-masing dimensinya, dengan kekuatan relatif pada aspek hubungan interpersonal dan pertumbuhan pribadi. Temuan ini memberikan gambaran mengenai kondisi kesejahteraan psikologis karyawan di Kantor Notaris H dalam konteks kerja administrasi legal serta dapat menjadi dasar pertimbangan bagi penelitian lanjutan pada konteks serupa dan pengelolaan lingkungan kerja yang lebih mendukung kesejahteraan psikologis karyawan Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Psychological Well-Being (PWB) pada karyawan di Kantor Notaris H yang bekerja dalam lingkungan administratif-legal dengan tuntutan akurasi, ritme kerja cepat, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Ryff's Psychological Well-Being Scale versi adaptasi Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa empat dimensi PWB berada pada kategori sedang, yaitu Penerimaan Diri, Kemandirian, Penguasaan Lingkungan, dan Tujuan Hidup, sedangkan dua dimensi lainnya, yaitu Hubungan Positif dengan Individu Lain dan Pertumbuhan Pribadi, berada pada kategori tinggi. Analisis komparatif menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor Psychological Well-Being yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, peran kerja, dan masa kerja. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Psychological Well-Being karyawan di Kantor Notaris H berada pada kategori sedang hingga tinggi pada masing-masing dimensinya, dengan kekuatan relatif pada aspek hubungan interpersonal dan pertumbuhan pribadi. Temuan ini memberikan gambaran mengenai kondisi kesejahteraan psikologis karyawan di Kantor Notaris H dalam konteks kerja administrasi legal serta dapat menjadi dasar pertimbangan bagi penelitian lanjutan pada konteks serupa dan pengelolaan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan. |