Anda belum login :: 31 Jan 2026 12:35 WIB
Detail
BukuGambaran Penyebab Perilkau Bullying Pada Siswa Kelas X SMA Marie Jeseph
Bibliografi
Author: Kora, Simplisius ; Papu, Yohanes (Advisor)
Topik: Kata Kunci: Perilaku Bullying; Pengalaman Pribadi; Kurangnya Empati; Lingkungan Keluarga; Teman sebaya
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Pendidikan dan Bahasa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2025    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Perilaku bullying merupakan suatu tindakan yang menyakiti atau melukai orang lain secara sengaja dan direncanakan. Perilaku bullying dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, bullying secara fisik, verbal, relasional dan cyber. Perilaku bullying disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kurangnya empati, pengaruh teman sebaya, kebutuhan untuk mengontrol, keluarga dan pengalaman pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis lima faktor yang mempengaruhi kecenderungan perilaku bullying pada siswa kelas X di SMA Marie Joseph. Kelima faktor yang diteliti meliputi: pengalaman pribadi, kebutuhan untuk mengontrol, pengaruh lingkungan keluarga, tekanan dari teman sebaya, dan kurangnya empati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada peserta didik dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor total dan rata-rata tiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor "keinginan untuk membalas dendam" dari aspek pengalaman pribadi menempati skor tertinggi, mengindikasikan adanya dorongan emosional kuat sebagai respons terhadap pengalaman menjadi korban bullying. Selain itu, keinginan untuk mengontrol orang lain juga memiliki skor tinggi, mencerminkan adanya kecenderungan untuk mendominasi dalam hubungan sosial. Di sisi lain, pengaruh keluarga melalui perilaku yang ditiru dan pola asuh memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa. Faktor teman sebaya juga mempengaruhi, terutama dalam hal kebutuhan untuk diterima dalam lingkungan sosial. Terakhir, rendahnya empati turut menjadi pemicu perilaku bullying, terutama karena siswa kurang mampu memahami dampak tindakannya terhadap orang lain. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku bullying tidak hanya berasal dari satu aspek, melainkan merupakan hasil interaksi kompleks dari berbagai faktor psikologis dan sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya kolaboratif antara pihak sekolah, orang tua, dan tenaga konseling untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari kekerasan antar siswa.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.09375 second(s)