Stres akademik merupakan respons psikologis yang muncul ketika individu menilai tuntutan akademik sebagai tekanan yang melebihi sumber daya yang dimilikinya. Pada mahasiswa tingkat akhir, stres akademik seringkali berkaitan dengan tuntutan penyusunan skripsi atau tugas akhir, tenggat waktu, serta ekspektasi akademik dari lingkungan sekitar. Tekanan psikologis yang dialami secara berkelanjutan dapat termanifestasi dalam bentuk keluhan fisik yang dikenal sebagai gejala somatisasi, seperti kelelahan, gangguan tidur, atau keluhan nyeri yang tidak selalu dapat dijelaskan secara medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian yang diperoleh melalui teknik convenience sampling berjumlah 132 mahasiswa tingkat akhir berusia 20-24 tahun yang sedang menyusun skripsi ataupun tugas akhir dalam bentuk lainnya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Academic Stress Scale (PASS) dan Patient Health Questionnaire-15 (PHQ-15) yang disebarkan dalam bentuk Google Forms. Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak JASP yang meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik memiliki hubungan yang signifikan dengan gejala somatisasi pada mahasiswa tingkat akhir (r = 0.230; p < 0.05). Temuan ini mengidikasikan bahwa peningkatan stres akademik berkaitan dengan meningkatnya keluhan fisik yang dialami mahasiswa,. Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa tingkat akhir disarankan untuk mengenali dan mengelola stres secara adaptif serta memperhatikan keluhan fisik yang muncul agar dapat mencari bantuan yang sesuai ketika dibutuhkan. |