Anda belum login :: 28 Jan 2026 06:07 WIB
Detail
BukuGambaran Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) Pada Laki-Laki Emerging Adulthood Yang Dibesarkan Tanpa Kehadiran Ayah
Bibliografi
Author: Febe, Jennifer Priscilla ; Partasari, Wieka Dyah (Advisor)
Topik: laki-laki emerging adulthood; career decision making self-efficacy; ketidakhadiran ayah; keputusan karier
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Emerging adulthood merupakan fase perkembangan yang krusial dalam pembentukan identitas dan pengambilan keputusan karier, khususnya pada laki-laki yang sering dihadapkan pada ekspektasi sosial terkait kemandirian dan peran sebagai pencari nafkah. Pada tahap ini, individu dituntut untuk mampu mengevaluasi kemampuan diri, mengakses informasi pekerjaan, serta menentukan arah karier yang sesuai. Namun, kondisi keluarga, terutama tumbuh tanpa figur ayah, berpotensi memengaruhi proses tersebut karena berkurangnya peran ayah sebagai figur identifikasi, role model, maupun sumber dukungan. Ketiadaan ayah dapat membentuk dinamika perkembangan yang berbeda pada laki-laki emerging adulthood, sehingga penting untuk memahami bagaimana career decision making self-efficacy terbentuk dalam konteks tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dan triangualasi wawancara. Partisipan terdiri dari tiga orang laki-laki yang berada pada fase emerging adulthood dengan rentang usia 18-25 tahun dan dibesarkan tanpa kehadiran ayah biologis minimal 10 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada partisipan serta significant others sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman, strategi adaptasi, dan proses pembentukan career decision making self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dibesarkan tanpa kehadiran ayah, dua dari tiga partisipan tetap mampu membangun keyakinan diri dalam pengambilan keputusan karier secara adaptif. Ketidakhadiran ayah tidak muncul sebagai hambatan utama, melainkan mendorong berkembangnya strategi alternatif, seperti pemanfaatan platform digital, diskusi dengan teman sebaya dan pasangan, serta dukungan ibu sebagai figur pengganti. Temuan ini menunjukkan bahwa pada laki-laki emerging adulthood, tumbuh tanpa kehadiran ayah membentuk pola adaptasi tersendiri dalam proses pengambilan keputusan karier tanpa secara langsung melemahkan keyakinan terhadap pilihan karier yang diambil.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.09375 second(s)