Anda belum login :: 24 Jan 2026 16:32 WIB
Detail
BukuGAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING ANAK PEREMPUAN USIA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI FATHERLESS SEJAK REMAJA AWAL
Bibliografi
Author: Anascadia, Kezia ; Lentari, Fransisca Rosa Mira (Advisor)
Topik: anak perempuan; dewasa awal; fatherless; subjective well-being
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Fenomena kehilangan ayah akibat kematian pada masa remaja awal merupakan peristiwa perkembangan yang bersifat permanen dan berpotensi memunculkan proses psikologis yang berlanjut hingga fase kehidupan berikutnya. Kehilangan figur ayah tidak hanya menjadi peristiwa duka, tetapi juga dapat mempengaruhi cara individu memaknai diri, relasi interpersonal, dan kehidupannya secara keseluruhan ketika memasuki fase dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami dinamika subjective well-being (SWB) pada anak perempuan usia dewasa awal yang mengalami kehilangan ayah sejak masa remaja awal, dengan menelusuri keterkaitan antara pengalaman kehilangan, proses psikologis yang menyertainya, dan kesejahteraan subjektif individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria anak perempuan dewasa awal yang kehilangan ayah pada masa remaja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur sebanyak dua kali pada setiap partisipan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna lintas narasi yang berkaitan dengan aspek kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif dalam kesejahteraan subjektif partisipan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tema utama, yaitu: (1) relasi erat dengan ayah sebelum kehilangan sebagai fondasi emosional, (2) respons emosional awal berupa keterkejutan dan emotional numbness, (3) perubahan identitas diri dan orientasi hidup pasca kehilangan, (4) peran relasi dengan ibu dan aktivitas bermakna sebagai strategi pemulihan, serta (5) redefinisi kepuasan hidup dalam fase dewasa awal. Temuan menunjukkan bahwa subjective well-being bersifat dinamis dan kontekstual karena berubah seiring proses adaptasi, relasi interpersonal, serta pemaknaan individu terhadap pengalaman kehilangan ayah.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.109375 second(s)