Anda belum login :: 24 Jan 2026 03:46 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
Hubungan Self-Esteem dan Fear of Intimacy Pada Dewasa Awal dengan Jerawat
Bibliografi
Author:
Putika, Licentia Hanna
;
Witarso, Laurentius Sandi
(Advisor)
Topik:
Jerawat
;
Self-Esteem
;
Fear of Intimacy
;
Dewasa Awal
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
202107000191_Licentia Hanna Putika_LembarAdministrasi..pdf
(870.29KB;
0 download
)
202107000191, Licentia Hanna Putika, Laurentius Sandi Witarso, Hubungan Self-Esteem dan Fear of Intimacy pada Dewasa Awal dengan Jerawat, 5 Februari 2026 (1).pdf
(1,006.31KB;
0 download
)
Abstract
Masa dewasa awal merupakan periode perkembangan penting yang menuntut individu untuk membangun hubungan sosial yang dekat dan bermakna. Namun, proses ini dapat terhambat pada individu dengan kondisi kulit tertentu, seperti jerawat, yang dapat memengaruhi persepsi diri dan harga diri. Meski kondisi kulit yang umum, jerawat dapat berdampak pada citra diri, timbulnya rasa malu, hingga kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, sehingga berpotensi menghambat kemampuan individu untuk membangun kedekatan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self-esteem dan fear of intimacy pada dewasa awal dengan jerawat.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 142 dewasa awal berusia 18-29 tahun dengan jerawat yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES) dan Fear of Intimacy Scale
(FIS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena terdapat data yang tidak terdistribusi normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan korelasional negatif yang signifikan antara self-esteem dan fear of intimacy pada dewasa awal dengan jerawat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat self-esteem, semakin tinggi kecenderungan individu dengan jerawat untuk menghindari intimasi atau kedekatan emosional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih rinci dalam menyusun kriteria inklusi dan ekslusi partisipan, mengukur tingkat keparahan jerawat, mendapatkan sampel yang lebih beragam, serta menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman subjektif partisipan.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.09375 second(s)