Anda belum login :: 28 Jan 2026 06:07 WIB
Detail
BukuGAMBARAN DIMENSI KEBERFUNGSIAN KELUARGA BERDASARKAN PERSPEKTIF LAKI-LAKI EMERGING ADULTHOOD YANG DIASUH DALAM KELUARGA DUAL-EARNER
Bibliografi
Author: POERNAMA, JEANETH EDELRIFO TJANDRA ; Lentari, Fransisca Rosa Mira
Topik: Keberfungsian Keluarga; Keluarga Dual-Earner; Laki-Laki Emerging Adulthood
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Keluarga merupakan lingkungan utama yang membentuk perkembangan psikologis individu. Dalam keluarga dual-earner, keterbatasan waktu dan tuntutan pekerjaan dapat menghadirkan tantangan terkait pengasuhan maupun relasi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa tantangan tersebut berpotensi menurunkan keoptimalan fungsi keluarga yang berdampak pada kesejahteraan psikologis anggotanya. Pada laki-laki emerging adulthood yang dinilai lebih tertutup dan berisiko menghadapi tantangan perkembangan yang lebih besar, fase ini menjadi penting untuk merefleksikan pengalaman keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dimensi keberfungsian keluarga berdasarkan perspektif laki-laki emerging adulthood yang diasuh dalam keluarga dual-earner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan penelitian merupakan tiga laki-laki emerging adulthood (18-25 tahun) yang diasuh dan tinggal bersama kedua orang tua bekerja di luar rumah selama minimal 40 jam setiap minggu. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling, secara spesifik berupa criterion sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur secara tatap muka dengan panduan yang disusun berdasarkan teori keberfungsian keluarga. Data dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman setiap partisipan membentuk pemaknaan reflektifnya tentang keberfungsian keluarga pada dimensi penyelesaian masalah, komunikasi, peran, responsivitas afektif, keterlibatan afektif, serta kontrol perilaku. Kekhasan muncul pada dimensi komunikasi yang berpotensi menimbulkan konflik karena isi pesan, sementara dimensi keterlibatan afektif dapat memunculkan ketidaknyamanan. Partisipan memaknai laki-laki sebagai sosok yang cenderung lebih tertutup karena berbagai alasan. Seluruh partisipan menilai bahwa keluarga dual-earner mampu memenuhi kebutuhan material, tetapi mengurangi intensitas interaksi. Selain itu, ditemukan perbedaan pandangan peran kerja tradisional dan modern. Meskipun menyadari ketidaksempurnaan, partisipan mampu mengevaluasi dan tetap memiliki pemaknaan positif tentang keberfungsian keluarganya.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.09375 second(s)