Anda belum login :: 24 Jan 2026 21:33 WIB
Detail
BukuGambaran Body Image pada Atlet Kompetitif Perempuan Emerging Adulthood yang Menekuni Cabang Olahraga Senam Artistik
Bibliografi
Author: Dewi, Birgitta Putri Zaneta Kusuma ; Rossalia, Nanda (Advisor)
Topik: Body Image; Atlet Kompetitif; Perempuan Emerging Adulthood; Senam Artistik
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Atlet kompetitif perempuan secara umum menghadapi tekanan untuk tampil menarik secara sosial serta kekhawatiran terhadap perubahan tubuh akibat intensitas latihan fisik. Pada senam artistik, tekanan tersebut menjadi lebih spesifik karena atlet perempuan diwajibkan mengenakan leotard yang menampilkan lekuk tubuh secara jelas sehingga meningkatkan kepekaan terhadap bagian tubuh tertentu. Kajian mengenai body image pada atlet kompetitif masih terbatas dan bersifat umum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran body image pada atlet kompetitif perempuan emerging adulthood yang menekuni cabang olahraga senam artistic berdasarkan lima dimensi, yaitu appearance evaluation, appearance orientation, body area satisfaction, overweight preoccupation, dan self classified weight.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur. Partisipan dipilih secara purposive dengan kriteria atlet kompetitif perempuan berusia 18–25 tahun. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan validitas data yang dilakukan dengan teknik member checking. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengajuan ethical clearance dan persetujuan informed consent dari seluruh partisipan.
Hasil penelitian menemukan bahwa cara partisipan memandang tubuhnya pada dimensi Appearance evaluation tercermin melalui kesesuaian karakteristik fisik dengan standar tubuh ideal yang berlaku. Dimensi appearance orientation ditunjukkan melalui perhatian berulang terhadap bagian tubuh yang diperkuat dengan penggunaan leotard. Dimensi body area satisfaction ditunjukkan melalui ketidakpuasan terhadap area paha sebagai bagian tubuh yang terbuka. Dimensi overweight preoccupation muncul melalui aktivitas menimbang berat badan yang diikuti usaha menurunkan berat badan bahkan secara maladaptif. Terakhir, self-classified weight ditunjukkan melalui pengklasifikasian tubuh pada kontinum berat badan berdasarkan kemampuan dalam mengeksekusi gerakan. Faktor yang turut berperan dalam terbentuknya body image atlet adalah standar tubuh ideal di senam artistik, pakaian leotard, komentar pelatih, dan kemampuan tubuh untuk mengeksekusi sebuah skills.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.09375 second(s)