Anda belum login :: 23 Jan 2026 16:18 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
HUBUNGAN CHRONOTYPE DENGAN TINGKAT PROKRASTINASI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DI JAKARTA
Bibliografi
Author:
Lim, Ignatius James
;
IGNATIUS DARMA JUWONO
(Advisor)
Topik:
chronotype
;
prokrastinasi
;
karyawan perusahaan
;
ritme sirkadian
;
manajemen waktu
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
202207000131, IGNATIUS JAMES LIM, IGNATIUS DARMA JUWONO, HUBUNGAN CHRONOTYPE DENGAN TINGKAT PROKRASTINASI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DI JAKARTA, 5 FEBRUARI 2025.pdf
(1.2MB;
0 download
)
202207000131_Ignatius James Lim_LembarAdministrasi.pdf
(744.06KB;
0 download
)
Abstract
Chronotype merupakan preferensi waktu biologis individu untuk beraktivitas, terjaga, dan puncak performa terbaik. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan ada hubungan antara chronotype dengan prokrastinasi. Prokrastinasi sendiri didefinisikan sebagai perilaku menunda tugas secara sadar yang dapat menurunkan produktivitas. Ketidaksesuaian preferensi biologis dengan waktu kerja diduga turut berkontribusi pada perilaku menunda-nunda pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara chronotype dan prokrastinasi pada pekerja di Jakarta yang memiliki waktu kerja tetap.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 123 karyawan perusahaan di Jakarta yang bekerja penuh waktu (=40 jam/minggu) dengan sistem bekerja penuh dari kantor. Data dikumpulkan melalui google forms yang mencakup Morningness–Eveningness Questionnaire (MEQ) untuk mengukur chronotype dan Procrastination at Work Scale (PAWS) untuk mengukur prokrastinasi. Analisis dilakukan menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara chronotype dan prokrastinasi (r = -0.431, p < .001), yang berarti semakin tinggi kecenderungan pagi, semakin rendah tingkat prokrastinasi.
Temuan ini menegaskan bahwa ketidaksesuaian ritme biologis dengan jadwal kerja konvensional berperan dalam perilaku menunda. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kesadaran individu mengenai chronotype dan penerapan strategi manajemen waktu yang selaras dengan ritme biologis, seperti fleksibilitas jam kerja dan pelatihan regulasi diri. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan populasi dengan sistem kerja berbeda seperti shift atau hybrid, untuk memperluas generalisasi hasil.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.125 second(s)