| Perkembangan teknologi telah membuat konten seksual semakin mudah diakses, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Hal ini meningkatkan kemungkinan perubahan dalam pengetahuan, sikap, dan praktik seksual yang dimiliki oleh kelompok emerging adults. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambar persepsi mahasiswa di Jakarta terhadap paparan konten seksual dalam media digital dan perilaku seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil yang dideskriptifkan. Pengambilan data oleh partisipan menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur. Pemilihan partisipan melalui purposive terhadap lima partisipan yang berusia antara 18 dan 25 tahun yang pernah terpaparan dan berhubungan seksual. Thematic analysis digunakan untuk mengidentifikasi pola pengalaman antara partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten seksual terjadi melalui berbagai platform digital, terutama media sosial dan situs web. Sebagaimana dijelaskan dalam teori pembelajaran sosial dan teori skrip seksual, paparan tersebut berkontribusi pada pembentukan skrip seksual individu melalui proses observasi, internalisasi norma budaya, dan motivasi pribadi. Peran paparan konten seksual terjadi melalui berbagai platform digital, terutama media sosial dan situs internet. Sebagaimana dijelaskan dalam teori pembelajaran sosial dan teori skrip seksual, paparan tersebut berkontribusi pada pembentukan skrip seksual individu melalui proses observasi, internalisasi norma budaya, dan motivasi pribadi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi konten seksual dapat meningkatkan gairah, mendorong perilaku seksual mandiri, dan mempengaruhi keputusan yang dibuat tentang hubungan seksual dengan pasangan. Temuan lain didapatkan juga frekuensi paparan konten seksual tidak secara langsung mempengaruhi perilaku seksual, pengaruh terjadinya pembentukan persepsi dan tindakan untuk melakukan perilaku seksual didukung dengan variabel lain antara mekanisme yang kompleks, termasuk rasa penasaran, skrip seksual internal, algoritma media, dan kondisi sosial. |