| Penggunaan media sosial yang semakin meningkat pada kalangan remaja membawa berbagai dampak terhadap perkembangan psikososial, khususnya dalam hal interaksi sosial. Selain itu, pola pengawasan digital yang dilakukan orang tua turut berperan dalam mengarahkan perilaku remaja dalam menggunakan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan digital yang dilakukan orang tua dengan interaksi sosial tatap muka pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah remaja berusia 12-18 tahun yang berjumlah 130 orang, yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pengawasan digital orang tua dengan skala interaksi sosial tatap muka. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan digital yang dilakukan orang tua dengan interaksi sosial remaja. Selain itu, pengawasan digital juga memiliki hubungan yang signifikan dengan interaksi sosial remaja. Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dapat membentuk interaksi sosial yang positif antara remaja dengan orang-orang disekitarnya. Temuan ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mengawasi penggunaan digital sangat penting dalam membantu remaja menggunakan media sosial sehingga dapat menunjang perkembangan interaksi sosial yang positif. Namun, pengawasan yang dilakukan oleh orang tua juga harus tepat dan tidak selalu bersifat restriktif seperti penjelasan maupun diskusi yang dilakukan antara orang tua dengan anaknya menjadi hal yang penting dalam menunjang interaksi sosial yang positif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua, pendidik, dan praktisi psikologi dalam merancang strategi pendampingan penggunaan media sosial pada remaja. |