Chronotype adalah waktu yang dipilih individu untuk beraktivitas dan merupakan titik puncak kinerja. Penelitian terdahulu menemukan bahwa chronotype berhubungan dengan stres kerja dan juga trait kepribadian. Studi terdahulu menemukan bahwa chronotype dapat berhubungan dengan stres kerja, terutama pada pekerja yang memiliki jadwal kerja berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pola yang sama ditermukan pada para pekerja yang memiliki waktu kerja tetap di Jakarta dengan juga memasukkan variabel kepribadian, neuroticism dalam fokusnya. Sebanyak 148 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka mengisi Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) untuk mengukur chronotypenya, Job Stress Scale (JSS) untuk mengukur tingkat stres, dan Big-Five Inventory (BFI) untuk mengukur tingkat neuroticisim. Uji statistik korelasi dan analisis moderasi digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil analisis menunjukkan hanya neuroticism dan stres kerja yang memiliki hubungan signifikan (r = 0, 534, p = < .001), sedangkan, chronotype tidak berkorelasi dengan stres kerja. Sehingga hasil ini menunjukkan hanya neuroticism yang dapat memprediksi stress kerja pada pekerja dengan jadwal tetap. Hasil ini berbeda dari penelitian terdahulu tentang chronotype dan jam kerja dan mengindikasikan bahwa ketidaksesuaian chronotype dan tuntutan aktivitas dapat bermuara pada proses penyesuaian yang dilakukan oleh para individu pekerja. |