Konseling obat adalah salah satu jenis pelayanan kefarmasian yang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pasien, kepatuhan, dan keberhasilan terapi. Kemampuan konseling sangat penting bagi mahasiswa farmasi yang akan menjadi apoteker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa tentang konseling obat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi terkait konseling obat, edukasi diberikan melalui metode ceramah. Data diuji menggunakan uji Wilcoxon, dengan tingkat signifikansi p-value<0,05. Subjek penelitian adalah 106 mahasiswa Farmasi Angkatan 2025 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki skor pengetahuan rata-rata 8,58 sebelum edukasi dan meningkat menjadi 9,69 setelah edukasi. Persentase mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan kategori baik naik dari 81,1% sebelum edukasi menjadi 98,1% setelah edukasi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pada mahasiswa farmasi Angkatan 2025 unika atma jaya (p-value = 0,001). |