Anda belum login :: 20 Jan 2026 20:18 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FoMO) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA REMAJA PENGGUNA APLIKASI TIKTOK
Bibliografi
Author:
RAMADHINA, NATASYA ALYA
;
Ronauli, Puji Tania
(Advisor)
Topik:
fear of missing out
;
subjective well-being
;
remaja
;
tiktok
;
media sosial.
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Natasya Alya Ramadhina, Puji Tania, HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FoMO) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA REMAJA PENGGUNA APLIKASI TIKTOK.pdf
(5.34MB;
0 download
)
Natasya Alya Ramadhina_202107000214_Lembar Administrasi.pdf
(741.23KB;
0 download
)
Abstract
Perkembangan media sosial berbasis video pendek seperti TikTok telah menjadi bagian penting dari kehidupan remaja dan turut mempengaruhi aspek kesejahteraan psikologis mereka. Karakteristik TikTok yang cepat dan berbasis tren berpotensi meningkatkan kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO), yang secara teoritis berkaitan dengan Subjective Well-Being (SWB) sebagai indikator kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara FoMO dengan SWB pada remaja pengguna TikTok di Indonesia.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 132 remaja berusia 13-22 tahun yang aktif menggunakan TikTok selama minimal enam bulan, dipilih melalui purposive sampling. FoMO diukur menggunakan Fear of Missing Out Scale (FoMOS), sedangkan SWB diukur melalui Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho.
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara FoMO dengan SWB. Temuan ini menunjukkan bahwa FoMO tidak selalu menjadi indikator utama kesejahteraan subjektif remaja, dan durasi penggunaan media sosial saja tidak mencerminkan tingkat FoMO atau SWB. Hasil penelitian mendukung pandangan literatur yang menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif dipengaruhi oleh faktor multifaktorial, termasuk regulasi diri, kualitas hubungan sosial, dan strategi coping. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi literasi digital dan intervensi psikologis untuk remaja dalam mengelola FoMO dan kesejahteraan subjektif di era media sosial.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.109375 second(s)