Mahasiswa tingkat akhir berada pada usia emerging adulthood yang bertugas merencanakan dan mengambil keputusan karier. Pada proses pengambilan keputusan karier, career decision making self-efficacy menjadi faktor penting yang mendorong individu melakukan perencanaan, eksplorasi karier, dan menentukan minat karier, sehingga menjadi lebih yakin dalam mengambil keputusan karier. Career decision making self-efficacy dapat difasilitasi oleh dukungan orang tua yang memungkinkan mahasiswa tingkat akhir untuk mengeksplorasi karier lebih lanjut, mendiskusikan tujuan karier, menerima nasihat, serta motivasi dan harapan yang dapat meningkatkan career decision making self-efficacy. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan orang tua dan career decision making self-efficacy pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional yang melibatkan 207 partisipan mahasiswa tingkat akhir di Indonesia yang belum berkarier sebagai karyawan tetap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online yang berisi alat ukur Career-Related Parent Support Scale dan Career Decision Making Self-Efficacy Short Form. Teknik analisis data yang digunakan adalah Spearman Correlation. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara dukungan orang tua dan career decision making self-efficacy pada mahasiswa tingkat akhir. Semakin tinggi dukungan orang tua yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat career decision making self-efficacy pada mahasiswa tingkat akhir. Analisis tambahan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan emosional orang tua memiliki hubungan paling besar dengan career decision making self-efficacy mahasiswa tingkat akhir. Dengan demikian, orang tua disarankan untuk memberi dukungan kepada mahasiswa tingkat akhir dalam mengambil keputusan karier, terutama dukungan emosional. |