Anda belum login :: 19 Jan 2026 22:45 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PENGEMUDI OJEK ONLINE DI JABODETABEK
Bibliografi
Author:
Sandrina, Kathlyn
;
Wulandari, Maria Theresia Asti
(Advisor)
Topik:
psychological well-being
;
pengemudi ojek online
;
PERMA
;
Jabodetabek
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
202107510008_Kathlyn Sandrina_Dr. Maria Theresia Asti Wulandari, M.A., Psikolog_Gambaran Psychological Well Being Pengemudi Ojek Online di Jabodetabek_06 Februari 2026.pdf
(765.67KB;
0 download
)
202107510008_Kathlyn Sandrina_LembarAdministrasi.pdf
(381.64KB;
0 download
)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menggambarkan psychological well-being (PWB) pengemudi ojek online di Jabodetabek dengan memahami pengalaman subjektif dalam menjalani pekerjaan sehari-hari. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya penggunaan layanan ojek online di Indonesia yang menjadikan profesi ini semakin penting, namun para pengemudi menghadapi tantangan seperti ketidakpastian pendapatan, jam kerja panjang, risiko kesehatan, dan minimnya perlindungan kerja yang berpotensi memengaruhi psychological well-being. Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan platform, kesejahteraan pengemudi—terutama di wilayah dengan jumlah pengemudi tinggi seperti Jabodetabek—masih sering terabaikan sehingga penting untuk diteliti lebih lanjut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi gambaran psychological well-being pengemudi ojek online. Tujuh partisipan yang berusia 17–65 tahun, bekerja penuh waktu, dan memiliki pengalaman lebih dari satu tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman para pengemudi mencerminkan kondisi psychological well-being mereka. Para partisipan tetap merasakan emosi positif meski menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan. Pada aspek engagement terdapat pengalaman yang beragam, dimana sebagian tidak mengalami perkembangan keterampilan, sementara lainnya merasakan flow dan peningkatan kemampuan melalui program aplikator. Pada aspek relationship, hubungan positif terjalin dengan keluarga dan sesama pengemudi, tetapi interaksi dengan aplikator kadang menimbulkan ketidaknyamanan karena terbatasnya ruang untuk menyampaikan aspirasi. Dimensi meaning menjadi aspek paling menonjol secara positif karena seluruh partisipan mampu menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaan. Pada dimensi accomplishment, beberapa partisipan merasakan pencapaian melalui bonus atau insentif, sementara lainnya tidak memperoleh manfaat serupa.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.234375 second(s)