Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres kerja dan strategi coping yang digunakan oleh karyawan PT X, sebuah perusahaan kontraktor di bidang Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP). Latar belakang penelitian ini berangkat dari dinamika kerja yang tinggi, beban kerja berlebihan, serta pengurangan jumlah karyawan yang signifikan pasca konflik internal dan pandemi COVID-19, yang berdampak pada meningkatnya tekanan psikologis dan fisiologis karyawan. Walaupun masalah sudah lama berlalu, perbaikan yang terjadi lebih bersifat pada stabilitas operasional dan keberlangsungan proyek, sementara jumlah sumber daya manusia belum sepenuhnya pulih seperti sebelum tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian terdiri dari empat orang karyawan, masing-masing dua dari divisi proyek dan dua dari divisi administrasi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis dengan teknik Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan PT X mengalami beberapa dimensi stres kerja berdasarkan kerangka teori Occupational Stress Inventory-Revised (OSI-R), yaitu: beban kerja berlebihan, tekanan waktu, kualitas supervisi yang buruk, kurangnya umpan balik, serta frustrasi dalam pekerjaan. Dampak stres yang dialami meliputi kelelahan fisik, penurunan motivasi, gangguan kesehatan, hingga berkurangnya produktivitas kerja. Untuk mengatasi kondisi tersebut, karyawan menggunakan dua bentuk strategi coping menurut Lazarus dan Folkman (1984), yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping. |