Anda belum login :: 21 Jan 2026 07:13 WIB
Home
|
Logon
Hidden
»
Administration
»
Collection Detail
Detail
Prediksi Alexithymia Terhadap Loneliness Pada Emerging Adulthood
Bibliografi
Author:
Ng, Kezia Cornelisa Melania
;
Witarso, Laurentius Sandi
(Advisor)
Topik:
Alexithymia
;
Loneliness
;
Emerging Adulthood.
Bahasa:
(ID )
Penerbit:
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Tempat Terbit:
Jakarta
Tahun Terbit:
2026
Jenis:
Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
2022-Kezia Cornelisa Melania Ng-Laurentius Sandi Witarso, M.Psi., Psikolog- Prediksi Alexithymia Terhadap Loneliness Pada Emerging Adulthood-6Februari2026.pdf
(988.36KB;
0 download
)
202207510071_Kezia Cornelisa Melania Ng_Lembar Administrasi.pdf
(609.63KB;
0 download
)
Abstract
Loneliness pada emerging adult menjadi isu yang semakin banyak diperhatikan karena berkaitan dengan kesejahteraan psikologis dan kualitas hubungan interpersonal. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam munculnya loneliness adalah alexithymia, yaitu kesulitan mengenali dan mengekspresikan emosi. Meskipun fenomena ini penting, penelitian mengenai kontribusi alexithymia terhadap loneliness pada kelompok emerging adult masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan alexithymia dalam memprediksi loneliness pada emerging adult.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif prediktif dengan design non-experimental design. Partisipan penelitian ini, terdiri atas 151 partisipan yang berusia 18-25 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisikan alat ukur TAS-20 yang digunakan untuk mengukur variabel alexithymia dan UCLA Loneliness Scale Ver. 3 yang digunakan untuk mengukur variabel loneliness.
Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Loneliness = 20.645 + 0.433(Alexithymia) yang signifikan secara statistik (p < .001). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0.292 menunjukkan bahwa alexithymia memberikan sumbangan efektif sebesar 29,2% terhadap loneliness, sedangkan 70,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hal ini mengandung makna bahwa individu yang memiliki keterbatasan dalam mengenali, membedakan, dan mengekspresikan emosi cenderung akan merasa lebih kesepian. Alexithymia berkontribusi terhadap loneliness melalui tiga mekanisme utama: kegagalan dalam mengidentifikasi emosi diri menghambat pemahaman akan kebutuhan sosial, kesulitan dalam mengekspresikan perasaan secara verbal membatasi perkembangan kedekatan emosional, serta kecenderungan berpikir eksternal yang mengurangi kemampuan introspeksi dan mendorong hubungan interpersonal yang dangkal.Temuan penelitian ini mengimplikasikan kebutuhan pengembangan intervensi psikoedukasi regulasi emosi bagi praktisi psikologi, program kesehatan mental berbasis komunitas di institusi pendidikan, serta peningkatan kesadaran individu dalam mengelola emosi untuk mengurangi loneliness.
Opini Anda
Klik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!
Lihat Sejarah Pengadaan
Konversi Metadata
Kembali
Process time: 0.09375 second(s)