Anda belum login :: 19 Jan 2026 11:23 WIB
Detail
BukuHUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PARENT EMOTION COACHING DAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI (STUDI PADA REMAJA DI DKI JAKARTA)
Bibliografi
Author: Hermanus, Ferryn Gracella ; Shanti, Theresia Indira (Advisor)
Topik: persepsi; parent emotion coaching; regulasi emosi; remaja; DKI Jakarta
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis - Abstract of Undergraduate Thesis
Fulltext:
Abstract
Meningkatnya angka gangguan kesehatan mental pada remaja di Indonesia menjadi fenomena yang meresahkan, terutama karena banyak remaja yang belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik. Ketidakmampuan ini sering kali berakar pada bagaimana remaja mempersepsikan respons dan bimbingan emosi dari orang tua. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi remaja terhadap Parent Emotion Coaching dan kemampuan regulasi emosi pada remaja di DKI Jakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 110 remaja berusia 13–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Persepsi Remaja terhadap Parent Emotion Coaching yang disusun berdasarkan dimensi Gottman (1997), serta Adolescent Emotion Regulation Strategies Questionnaire (AERSQ) untuk mengukur strategi regulasi emosi. Data dianalisis menggunakan korelasi non-parametrik Spearman’s Rho karena distribusi data tidak normal.
Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi remaja terhadap Parent Emotion Coaching dan kemampuan regulasi emosi. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif remaja memandang praktik emotion coaching yang dilakukan orang tua (meliputi validasi emosi, bimbingan, dan pendampingan emosional) semakin adaptif pula strategi regulasi emosi yang mereka gunakan.
Hasil penelitian mengonfirmasi pentingnya pengasuhan emosional sebagai faktor protektif, namun interpretasi hasil perlu mempertimbangkan penggunaan metode self-report serta teknik non-probability sampling yang dapat membatasi generalisasi pada populasi yang lebih luas. Secara lebih mendalam, diskusi penelitian menyoroti bahwa parent emotion coaching bekerja efektif melalui mekanisme internalisasi, yaitu validasi konsisten dari orang tua mengajarkan remaja untuk memandang emosi negatif bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai sinyal yang dapat dikelola. Pemahaman ini terbukti mendorong remaja untuk mengurangi ketergantungan pada strategi maladaptif seperti ruminasi dan beralih ke strategi proaktif, menegaskan bahwa kualitas interaksi pengasuhan berfungsi sebagai fondasi kognitif utama bagi kematangan emosi remaja. Implikasi penelitian merekomendasikan pentingnya pelatihan parent emotion coaching bagi orang tua untuk memperkuat kemampuan regulasi emosi remaja dan mencegah munculnya masalah emosi di masa perkembangan berikutnya.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.125 second(s)