Music performance anxiety (MPA) umum dialami musisi, terutama musisi klasik, dan ditandai oleh kekhawatiran berkelanjutan yang menurunkan kualitas penampilan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan MPA adalah perfeksionisme, yaitu kecenderungan menetapkan standar tinggi disertai evaluasi diri yang kritis. Dalam konteks musik klasik yang menuntut ketepatan penampilan, perfeksionisme sering muncul. Perfeksionisme terdiri dari tiga dimensi: self-oriented perfectionism, other-oriented perfectionism, dan socially-prescribed perfectionism. Dalam konteks musisi kelompok di Jabodetabek, aspek sosial dari perfeksionisme menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dimensi perfeksionisme mana yang berkorelasi lebih tinggi dan signifikan dengan MPA dalam format penampilan kelompok.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan merupakan musisi klasik yang berusia 15 tahun keatas, berdomisili di Jabodetabek, dan memiliki pengalaman tampil dalam sebuah kelompok setidaknya sekali. Terdapat sebanyak 122 partisipan dengan demografis yang bervariasi. Partisipan didapatkan melalui metode convenience sampling secara daring. Data yang telah didapatkan diolah menggunakan teknik statistik parametrik yaitu korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara dimensi socially-prescribed perfectionism dengan music performance anxiety. Sedangkan, untuk dimensi self-oriented perfectionism dan other-oriented perfectionism tidak berkorelasi secara signifikan dengan MPA. Analisis lanjutan dilakukan pada posisi individu dalam kelompok, yang menunjukkan rata-rata perfeksionisme paling tinggi terletak pada kelompok individu dengan posisi tertinggi. Selain itu dilakukan analisis berdasarkan jenis alat musik, serta durasi mempelajari alat musik yang tidak menunjukkan hasil signifikan. Persebaran variasi partisipan serta reliabilitas alat ukur dapat menjadi faktor yang disarankan untuk dijadikan pertimbangan pada penelitian-penelitian selanjutnya. |