| Kerusakan lingkungan merupakan isu global yang mendesak, namun masih sedikit penelitian yang mengkaji pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ecological footprint secara mendalam, khususnya dengan mempertimbangkan perbedaan antar negara dan variasi pada berbagai tingkatan distribusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quantile regression untuk mengevaluasi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ecological footprint pada 159 negara selama periode 1990–2021. Studi ini menggunakan dua pendekatan: Quantile cross-sectional regression dan Quantile panel data regression, dengan variabel dependen berupa Biocapacity total dan Biocapacity per-Capita. Variabel independen utama adalah pertumbuhan ekonomi, dengan variabel kontrol seperti investasi asing langsung (FDI), perkembangan keuangan, dan urbanisasi. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ecological footprint bersifat heterogen di berbagai Quantile. Pada beberapa Quantile dan tahun tertentu, pertumbuhan ekonomi berdampak negatif secara signifikan terhadap Biocapacity, baik dalam model tanpa maupun dengan variabel kontrol. Hasil ini menekankan pentingnya mempertimbangkan variasi antar negara dan distribusi ketika menilai dampak ekonomi terhadap lingkungan. |