| Latar Belakang: Prevalensi penyakit mata kering meningkat di kalangan dewasa muda, terutama mereka yang sering menggunakan perangkat digital. Waktu menatap layar dalam jangka panjang dapat memperburuk gejala mata kering karena menurunkan laju kedipan dan mengganggu stabilitas lapisan air mata. Mahasiswa preklinik FKIK UNIKA Atma Jaya merupakan kelompok yang sangat rentan karena beban tugas kuliah yang berat dan waktu menatap layar yang lama. Tujuan: Mengetahui hubungan lama penggunaan gawai dengan gejala mata kering berdasarkan score Ocular Surface Disease Index (OSDI) dan hasil uji schirmer pada mahasiswa preklinik FKIK UNIKA Atma Jaya. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada 90 mahasiswa preklinik. Data durasi penggunaan gawai diperoleh melalui kuesioner, gejala mata kering dinilai melalui OSDI dan produksi air mata diukur menggunakan Schirmer Test I. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil: Pada studi ini, 70% responden berjenis perempuan, dengan durasi penggunaan gawai kategori tinggi (80% lebih) dan kategori skor OSDI sedang (42,9%). Sementara hasil uji Schirmer menunjukkan 67% memiliki produksi air mata normal. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan gawai dengan skor OSDI (p = 0,145) maupun hasil uji Schirmer (p > 0,05). Kesimpulan: Lama penggunaan gawai tidak berhubungan secara signifikan dengan gejala mata kering maupun produksi air mata pada mahasiswa preklinik FKIK UNIKA Atma Jaya. |