| Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan aterosklerosis sebagai penyebab paling umum kematian mendadak. Deteksi dini aterosklerosis subklinis penting karena aterosklerosis sering bersifat asimtomatik pada tahap awal. Skor kalsium arteri koroner (CAC) melalui CT jantung merupakan metode yang dapat menilai beban kalsifikasi secara objektif. Selain pencitraan, identifikasi faktor yang memengaruhi progresi aterosklerosis juga diperlukan, salah satunya kolesterol HDL yang memiliki efek protektif. Namun, hubungan skor CAC dan nilai HDL-c tidak selalu konsisten, terutama pada pasien DM dan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan data sekunder. Partisipan mencakup 99 pasien yang telah menjalani pemeriksaan skor CAC melalui CT jantung di RS Atma Jaya, periode Januari 2025 - November 2025, dan memiliki data HDL-c pada rekam medis. Korelasi skor CAC dengan HDL-c dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif antara skor CAC dengan nilai HDL-c pada keseluruhan populasi penelitian (r = -0,388). Setelah membagi populasi menjadi subkelompok berdasarkan status DM dan hipertensi, seluruh kelompok menunjukkan korelasi yang tidak signifikan (p>0,05). Namun, arah korelasi konsisten menunjukkan korelasi negatif. Kesimpulan: Skor CAC dan nilai HDL-c memiliki korelasi negatif secara keseluruhan. Namun setelah dibagi menjadi kelompok berdasarkan status metabolik, korelasi tersebut menjadi tidak signifikan. |