Latar Belakang: Stres mental merupakan masalah umum yang dialami oleh mahasiswa. Tingkat stres tinggi yang berkepanjangan dapat meningkatkan insidensi penyakit umum. Kejadian stress pada mahasiswa Indonesia cukup tinggi dan informasi tentang korelasi kebugaran kardiorespirasi dan stres pada mahasiswa kedokteran Indonesia masih kurang. Penelitian terkait korelasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kebugaran kardiorespirasi dan stres mental pada mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain berupa cross-sectional. Pengukuran stres mental dilakukan dengan kuesioner PSS-10. Pengukuran kebugaran kardiorespirasi dengan 20-meter Shuttle Run Test digunakan untuk mendapatkan kecepatan maksimal shuttle, hasil uji dimasukkan ke dalam rumus estimasi VO2 Max. Analisis bivariat dilakukan terhadap korelasi antara stres mental dengan kebugaran kardiorespirasi, usia, dan jenis kelamin. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji Pearson’s Correlation menunjukkan tidak ada korelasi yang bermakna (p > 0,05) antara stres mental dengan kebugaran kardiorespirasi dan jenis kelamin. Analisis bivariat dengan uji Spearman menunjukkan tidak ada korelasi yang bermakna (p > 0,05) antara tingkat stres dengan usia. Kesimpulan: Tidak ada korelasi yang bermakna antara stres mental dengan kebugaran kardiorespirasi, usia, maupun jenis kelamin. |