Latar Belakang: Pemeriksaan ultrasonografi Doppler merupakan modalitas non-invasif yang mampu menilai karakteristik aliran darah arteri perifer, termasuk arteri tibialis posterior, yang relevan untuk deteksi dini gangguan vaskular. Usia dan jenis kelamin berpotensi memengaruhi perubahan hemodinamik arteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin terhadap Peak Systolic Velocity (PSV), bentuk gelombang Doppler, serta kalsifikasi arteri tibialis posterior. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan data sekunder pada 113 pasien yang telah menjalani pemeriksaan ultrasonografi Doppler arteri tibialis posterior di RS Pantai Indah Kapuk dan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, periode Mei 2023 – September 2025. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p = 0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia terhadap PSV (p = 0,003; OR = 0,174), bentuk gelombang (p = 0,029), dan kalsifikasi (p = 0,000; OR = 18,133). Tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin terhadap ketiga parameter tersebut (p > 0,05). Kesimpulan: Usia berperan signifikan terhadap gambaran ultrasonografi Doppler arteri tibialis posterior, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. |