| Peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja membuat banyak ibu bekerja berada dalam kondisi dual career family, yaitu ketika individu dan pasangannya sama-sama bekerja. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi ibu bekerja dalam menjalankan peran ganda, terutama bagi yang memiliki anak usia dini (3-6 tahun). Pada masa perkembangan krusial tersebut, ibu sering kali merasa bersalah karena waktu yang terbatas untuk mendampingi tumbuh kembang anak. Situasi ini berpotensi menimbulkan work-family conflict, yang mencakup konflik waktu, ketegangan, dan perilaku, serta berdampak pada stres, kelelahan, dan rasa bersalah. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman ibu bekerja dari dual career family dengan anak berusia dini (3-6 tahun) di wilayah Jabodetabek untuk memperoleh gambaran work-family conflict yang mereka alami serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode phenomenological analysis bersifat deskriptif. Partisipan terdiri atas empat ibu bekerja dari dual career family dengan anak usia 3-6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposeful sampling agar sesuai dengan kriteria penelitian. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pertanyaan yang terbuka dan divalidasi menggunakan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan mengalami work-family conflict, meskipun tidak semua dimensi tersebut muncul pada setiap partisipan. Enam dimensi yang menjadi acuan meliput work-family conflict yaitu time-based work interfere family (WIF), time based family interfere work (FIW), strain-based WIF, strain-based FIW, behaviour-based WIF, dan behaviour-based FIW. Konflik tersebut dipengaruhi oleh faktor individu, peran keluarga, dan peran pekerjaan. Penelitian selanjutnya disarankan menelaah pengalaman suami dalam dual career family, khususnya terkait dinamika work-family conflict yang dapat mereka alami. |