Pekerja kelas menengah di Indonesia kerap menghadapi tekanan gaya hidup dan ekspektasi sosial yang tinggi, yang dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Salah satu faktor yang diyakini berperan dalam meningkatkan kesejahteraan tersebut adalah kepuasan terhadap kondisi finansial atau financial satisfaction. Seseorang yang merasa puas terhadap kondisi finansialnya cenderung memiliki pandangan hidup yang lebih positif dan kesejahteraan subjektif yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran financial satisfaction terhadap subjective well-being pada pekerja kelas menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 130 orang pekerja kelas menengah formal yang didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner yang terdiri dari Satisfaction with Financial Status Scale, Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Teknik analisis data yang digunakan adalah Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial satisfaction berperan terhadap subjective well-being sebesar 32.2%, sedangkan sisanya sebesar 67.8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini menunjukkan pentingnya persepsi subjektif terhadap kecukupan finansial dalam membentuk kesejahteraan psikologis, lebih dari sekadar angka pendapatan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti jenis perjanjian kerja atau pengaruh wilayah tempat tinggal dalam memperkuat pemahaman tentang dinamika kesejahteraan kelas menengah. |